DinoMarket
advanced search »
advertise with us »
    
Electronics & Gadgets
Fashion
Foods & Beverages
Tools & Industrial
Automotive
Books
Handphones & PDA´s
Antiques, Arts & Crafts
Movies, Music & Games
Special Services
Business
Gifts
Computers & Office
Toys & Hobbies
Health & Beauty
Sports & Outdoors
Property
Pets
Cameras & Photo
Kids & Baby
Home & Garden
Collectibles
Others
Cari Mobil Cari Baju Cari BlackBerry Cari Buku Cari Mainan
 
Gunakan Ponsel, Warga Korea Dieksekusi Mati
Manusia Kerdil RI Kembali Jadi Perdebatan
Pemenang Oscar Tahun Ini Apple Computer
China Tak Terima Komplain Google
Rusia Kembangkan Piring Terbang
view all »
 
DinoMarket Launcher v.1.0.1
Blackberry: Basic: Menambahkan Account Email Baru
Palringo
Uber Twitter
Cara Mengamankan Blackberry Anda
view all »
 
DinoMarket iPhone Apps
Browsing melalui Safari Tidur-Tiduran
Jaga Baterai iPhone Anda
Set Parental Controls
Bikin launcher untuk suatu website
view all »
 
Motorola Luncurkan Android Model Flip
Indosat Kenalkan Android di Tujuh Kota
Acer beTouch E400 Ponsel Android 2.1 terbaru dari Acer
i-Store, Toko Android Pertama di Indonesia
Tiga Android Sony Ericsson Pasti Sambangi Indonesia
view all »
 
Tas Fendi Peekaboo
Tas Mulberry Alexa
Koreksi Kekurangan Tubuh Dengan Model Rok
Potongan Konservatif Tampilan Tetap Modis
Sentuhan Hitam Putih yang Abadi
view all »
Badai Matahari 2012 Ancam Satelit
posted on : 09 February 2010
Direct Link  :  
Kekhawatiran sejumlah masyarakat akan adanya aktivitas berlebih matahari pada tahun 2012 diprediksi benar adanya. Ini merupakan siklus matahari yang biasa terjadi 11 tahun sekali. Berbahaya kah?

Menurut Clara Yono Yatini, Kepala Bidang Matahari Antariksa LAPAN, siklus rutin ini menunjukkan adanya masa awal, puncak dan akhir siklus. Nah, aktivitas matahari saat awal dan akhir siklus cenderung tenang. Sebaliknya, puncak aktivitas matahari terjadi saat siklus matahari mencapai puncaknya.

Biasanya saat masa puncak tersebut, terjadi aktivitas berlebih di matahari. Mulai dari bintik matahari (sunspot), lidah api (flare) dan badai matahari.

"Ini tentu mempengaruhi kondisi cuaca antariksa, termasuk menyebabkan gangguan di bumi," ujar Clara.

Namun, lanjutnya, efeknya bagi manusia tidak secara langsung dan tidak menjadi akhir dari peradaban manusia.

"Paling hanya gangguan satelit. Teknologi yang lebih akan mengalami kerugian, bukan ke manusia," jelasnya, ketika berbicara dalam sebuah seminar yang berlangsung di Universitas Negeri Jakarta, Selasa (9/1/2010).

Ia menambahkan, saat ini matahari sedang mengalami siklus ke-24. Diperkirakan puncak siklus terjadi pada tahun 2012-2013.

"Namun puncak siklus tak selalu harus terjadi badai matahari. Untuk saat ini pun masih terlalu dini untuk memprediksinya," tukasnya.

Kalaupun memang nanti terjadi, masyarakat pun jangan lantas panik. Sebab, bumi sudah memiliki tameng pelindung bernama magnetosfer. Lapisan inilah yang menjadi penghalau ketika partikel-partikel matahari dimuntahkan dan mengarah ke bumi.

Selain itu, jarak antara bumi dan matahari terbilang jauh. Yakni mencapai 150 juta kilometer. "Usia matahari pun belum terlalu tua, baru berumur 4,5 miliar tahun. Ini masih terbilang muda," kata Clara.

sumber : detikinet.com
Direct Link  :  
Comments :
Notes : Maximum Length 140 Characters
Other Comments :

none

DinoBar ! Give love with special gifts
Mesin-Diesel.DinoGroups.com
Bergabunglah di DinoMarket
© 2008-2010 DinoMarket ™ Terms & Conditions | Contact DinoMarket | SiteMap
DINOGROUPS DINOBAR
powered by VEELABS